MARI BELAJAR HIPNOTIS Part.1.

Bagaimana jadinya ketika seorang pelayan mampu memerintah seorang RAJA?
oke untuk mengawali belajar hipnotis, seri belajar hipnotis akan kami posting secara bertahap. mari kita samakan makna kalau kata 'hipnotis' adalah pelakunya. dan 'Hipnosis' adalah ilmunya.Saya tidak mengatakan Anda tidak harus mengikuti suatu pelatihan hipnosis atau belajar dari sumber lain. Namun hanya membaca panduan ini saja, Anda sudah dapat mempraktikkan hipnosis secara langsung. Dengan instan!
meski gak ada yang instan, saya sangat menganjurkan membacanya dari awal sampai akhir, nah agar proses belajar ini semakin maksimal, silahkan untuk dipraktekkan kemudian karena hipnosis ini adalah ilmu PRAKTEK, ya.. praktek krn ini ilmu komunikasi hehehe

1 PENGERTIAN HIPNOSIS

Dengan memahami secara mendalam pengertian hipnotis Anda akan …
  • Memperbesar keberhasilan Anda dalam belajar hipnotis.
  • Membuat Anda tidak terpaku dengan teknik yang ada.
  • Memperbesar keberhasilan proses hipnosis Anda.
Kemungkinan besar Anda akan bisa langsung menghipnosis hanya dengan membaca penjelasan poin-poin tersebut. Mudah bukan?

A. Memperbesar Keberhasilan Dalam Belajar Hipnotis

Ada beberapa orang yang gagal belajar hipnosis, apa faktornya? kebanyakan karena tidak memahami makna sesungguhnya. Banyak orang sudah belajar melalui buku dan pelatihan, ketika pulang tetap tidak bisa menghipnosis orang. Kenapa? Karena mungkin saja dia tidak menghiraukan pengertian apa sih hipnotis itu … Ditambah lagi takut mencoba!
sebenarnya MUDAH karena inilah hal yang terpenting dalam hipnosis 
"Menembus area kritis agar kita bisa memasukkan sugesti."

Jadi inti utamanya adalah kita berhasil memberikan sugesti. ( sugesti gampangnya adalah saran).
Dengan cara apa? Trus bagaimana cara menembusnya?
mengenai cara spesifiknya, akan di bahas pada…
Menjadi permsalahan banyak orang yang baru belajar, adalah merasa bahwa dia gagal karena setelah praktik, ternyata tidak dapat membuat subjek (orang yang di hipnotis) menutup matanya alias "tidur".
Atau bisa juga tidak percaya dengan ilmu yang baru saja di pelajarinya, karena menganggap hipnosis itu bukan semudah seperti yang dijelaskan, harus ada ritual, menyangkut ilmu kebatinan dan lain sebagainya.
Kenapa bisa terjadi? karena mereka tidak memahami makna sesungguhnya. Padahal sudah jelaskan inti utamanya adalah  bagaimana sugesti kita bisa di terima oleh otak mereka. Menutup mata dan atribut-atribut lainnya hanyalah memudahkan saja. Jika tanpa hal itu tetapi sugesti masuk, maka sah-sah saja.

Tapi kok …
Ada orang di sugesti aneh-aneh kok bisa masuk? seperti menjadi ayam, bertelepon dengan sandal dll. Masak otak sadarnya mau membiarkan sugesti yang tidak masuk akal itu masuk?
Jawabnya, karena menggunakan teknik untuk menembus faktor kritisnya (suatu sistem di dalam pikiran sadar yang menyatakan sebuah informasi diterima atau tidak). 

B. Membuat Anda Tidak Terpaku Dengan Teknik Yang Ada.

Bukankah seharusnya dengan mempelajari teori malah semakin terpaku pada teknik yang ada?
Jawabannya iya dan tidak. Tidaknya karena semakin kita menguasai suatu teori yang ada, maka pemahaman kita tentang bagaimana proses teori itu semakin jelas. Sehingga kita bisa dengan bebas memodifikasi gaya kita masing-masing.
Hipnosis itu ada dua macam, hipnosis konvensional dan hipnosis modern.
Konvensional itu masih kaku, sesuai urutan dan langkah-langkah yang sama. Yang paling menonjol adalah si subjek harus terlihat tidur.
Berbeda dengan hipnosis konvensional, hipnosis modern membuat kita bisa saja memasukkan suatu sugesti tanpa membuat subjek menutup mata. Hebat bukan? ini bisa di lakukan jika Anda bisa memahami dengan benar tentang hipnosis.



belajar hipnotis
Dr. Milton Erickson, di juluki sebagai bapak hipnosis modern. sumber: www.erickson-foundation.org

belajar hipnosis, umumnya Anda akan di suguhkan sebuah data tentang tingkat sugestibilitas manusia. Ada yang bilang 10% mudah, 80% sedang, dan 10% sulit.

mungkin pernah terbesit di pikiran ke diri sendiri atau orang lain ‘ah,, sulit di hipnosis‘, pada dasarnya semua bisa di hipnosis, semua orang bisa di pengaruhi dan diberi sugesti. Tinggal cara kita saja yang mungkin kurang tepat untuk si subjek tersebut.
Berikut ini saya kutip artikel dari Pak Adi w gunawan
Dari penelitian ditemukan bahwa 60% populasi bersifat sugestibilitas emosi dan 40% sugestibilitas fisik. Dan terdapat satu subkelompok dari sugestibilitas emosi yaitu sugestibilitas intelektual dengan jumlah 5%(Kappas, 1999, 2001). Subkelompok ini adalah tipe analitikal, kritis, suka menganalisis apapun yang dikatakan hipnoterapis, sulit melepas kendali atas diri dan pikirannya sendiri, pikiran mereka sangat aktif (Gunawan, 2012). Tipe ini paling dihindari oleh kebanyakan hipnoterapis amatir karena, menurut mereka, (sangat) sulit dihipnosis. Hipnoterapi amatir, saat tidak mampu menghipnosis klien, biasanya beralasan klien klien masuk kategori tidak bisa dihipnosis.

0 Response to "MARI BELAJAR HIPNOTIS Part.1."

Post a Comment